oleh

Ancam Wartawan, Oknum Petugas PLN Dipolisikan

TAMBOLAKA, SEPANGINDONESIA.CO.ID – Tidak terima dikonfirmasi wartawan, oknum petugas PLN ancam wartawan. Buntutnya, oknum yang ditengarai bertugas di wilayah Kecamatan Kodi, Kabupaten SBD, NTT ini dipolisikan wartawan Suara Indonesia1.com, Fabianus Mone Pati. Oknum berinisial A ini pun diadukan ke Polres SBD, Senin (13/04/021).

Didampingi beberapa awak media lainnya, Tibo (panggilan akrab Fabianus, red) mendatangi Mapolres SBD diterima langsung Kasatreskrim Polres SBD, IPTU Yohanes R. Balla, SE. Laporan polisi dengan Nomor LP-B/53/REG.1.24.IV/2021/NTT/RES.SBD ini pun diterima Bamin SPKT III, Bripda Derik Alfares Pah. Laporan tindak pidana Pengancaman tertuang dalam registrasi Surat Tanda Penerimaan Laporan Polisi Nomor STPLP/52/REG/.1.6/IV/2021/NTT/RES.SBD.

Menurut Tibo, ancaman oknum petugas PLN bermula saat dikonfrimasi terkait pemasangan meteran yang dikeluhkan salah satu warga di Desa Ate Dalo, Kecamatan Kodi melalui telepon selular pada Minggu (12/04/2021). Dituturkannya, ia mengonfirmasi petugas tersebut lantaran terburu deadline pemberitaan. Maklum, sebagai wartawan media online, ketepatan waktu pemberitaan menjadi hal utama. Namun, dalam percakapan itu, sang petugas tidak menerima baik jika dirinya disangkutkan dalam persoalan ini.

“Saat itu saya tanyakan tentang pemasangan meteran yang dikeluhkan warga. Karena dalam penuturan warga nama oknum ini disinggung sehingga untuk mendapat keterangan yang berimbang dan komplit, saya mengonfirmasinya. Namun itikad baik saya tidak diterima, malah langsung ditanyai alamat rumah saya. Bahkan oknum tersebut menyalahkan saya karena mengonfirmasinya. Jangan sampai nama saya ada dalam berita, kita berperang sudah karena saya tahu alamat rumah anda,” ungkap Tibo menirukan ancaman tersebut.

Lebih lanjut dikatakannya, pada Minggu (12/04/2021) malam tersebut ada dua oknum yang sempat mendatangi rumahnya. Namun beruntung saat itu ia belum tiba di rumah, dan kedua oknum yang tidak diketahui identitasnya ini hanya mendapati istri dan anaknya. Kedua oknum ini pun tidak sempat masuk ke dalam rumah, hanya bertanya dari luar halaman.

Merasa ancaman tersebut serius dimana dua oknum tidak dikenal telah mendatangi rumahnya, ia melaporkan hal itu ke pimpinan redaksi. Oleh pimpinannya, Tibo diarahkan agar segera mengambil langkah hukum dan mencari perlindungan ke pihak berwajib. Menurutnya, selain mengancam kebebasan pers, secara psikologi ancaman ini berdampak pula bagi keluarga, terutama isteri dan anak-anaknya yang masih kecil. Karena itu, ia berharap agar upaya hukum yang ditempuh tersebut menjadi pijakan keadilan dan perlindungan hukum oleh negara bagi dirinya selaku kuli tinta dan keluarga.

Pada kesempatan itu, Kasatreskrim Yohanes Balla menandaskan, kasus ini akan diproses sesuai pasal 335 KUHP dengan ancaman hukuman satu tahun penjara. Secara khusus ancaman hukuman dalam UU No 40 Tahun 1999 tentang Pers pada Bab VIII Pasal 18  UU No 40 1999 di sebut dua tahun dan denda Rp 500.000.000 (lima ratus juta rupiah). Ancaman pidana ini diberikan bagi barang siapa yang melanggar Bab II pasal 4 ayat 3 dalam UU Pers tersebut tentang kebebasan pers. Dimana pasal tersebut berbunyi : “Untuk menjamin kemerdekaan pers, pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi”.    (**Julius Pira/SI )   

Komentar

News Feed