oleh

Pemda Malaka Diminta Perhatikan Korban Banjir yang Masih Numpang di Keluarga

BETUN, SEPANGINDONESIA.CO.ID Pasca banjir bandang yang terjadi  beberapa waktu lalu, korban terdampak dievakuasi ke titik aman dan ada warga lain yang sementara masih  numpang menginap di rumah keluarga.

“Setelah evakuasi masih banyak warga terdampak yang numpang tinggal dengan keluarga akan tetapi pemda apatis dan tidak pernah memperhatikan konsumsi,” ucap Nona Agustina, Rabu (07/04/2021).

Dikatakan, sudah masuk hari ke 3 namun warga mengeluh karena kelaparan karena proses pendropingan konsumsi yang selalu terlambat.

Agustina mengaku selalu makan terlambat hal ini menurutnya wajar karena melayani banyak orang, namun sayang anak-anak kecil, karena mereka tidak bisa tahan lapar selayaknya seperti orang dewasa.

“Kami selalu makan terlambat, kadang makan siang sampai jam 2 sore dan makan malam kadang sampai jam 2 pagi. Kami mengerti karena layani banyak orang, tapi kami yang dewasa ini tidak apa-apa, kami bisa tahan lapar, tapi kasian anak-anak kecil mereka tidak bisa tahan lapar,”  kisah Nona Agustina.

Terpisah, keluarga korban terdampak yang di tampung di rumah keluarga, kepada media ini menuturkan bahwa mereka juga butuh bantuan konsumsi mengingat ekonomi mereka juga pas-pasan. Sehingga mereka mencoba ke lokasi penampungan guna mencari solusi dari pemerintah daerah. Namun sayang seribu sayang, kata petugas pendataan mereka tidak terdaftar jadi belum bisa dilayani dan utamakan dulu mereka yang di posko pengungsian. Petugaspun menyarankan agar mereka juga nginap di lokasi yang sudah disediakan supaya di data.

“Kami bukan tidak mau tidur disini, tapi kami dengan bayi baru berumur 3 bulan, makanya kami memilih nginap di keluarga,” ucap seorang Kepala keluarga yang tak ingin namanya dimediakan.

“Kami sekitar 14 orang tinggal sementara di rumah keluarga, bukan apa-apa, tapi kami juga saling mengerti dengan keadaan kami, makanya kami coba datang kesini supaya pemerintah bisa bantu kami, karena kami dengar ada banyak bantuan dari banyak pihak,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Gabriel Seran mengatakan,  sesuai dengan arahan Bupati dan ketentuan dalam penanganan pengungsi itu yang kita tangani saja di daerah yang terpusat menjadi titik utama penanganan pengungsi.

Oleh karena itu, kata Gabriel, kalau ada laporan disampaikan supaya cepat bergabung ke posko, sehingga segala kebutuhan, baik makan minum ditanggung oleh posko.

“Untuk mereka yang di rumah keluarga, kita minta dibawa ke tempat penampungan karena sesuai dengan arahan Bupati dan dalam penanganan pengungsi sehingga segala kebutuhan, baik makan minum ditanggung oleh posko,” pungkasnya. (**Jho Kapitan/SI)

Komentar

News Feed