oleh

Perjuangkan Upah Buruh, Aktivis Mahasiswa di Ruteng Sasar Kantor Pemerintah

RUTENG, SEPANGINDONESIA.CO.ID – Aksi unjuk rasa memperingati Hari Buruh Internasional yang bertepatan tanggal 1 Mei, Aliansi Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Manggarai bersama Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Ruteng Santu Agustinus soroti tentang upah dan kontrak kerja para buruh di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Sasaran aksi unjuk rasa di Kantor Bupati dan Kantor DPRD Manggarai, pada Senin (03/04/2021).

Ketua Presidium PMKRI Cabang Ruteng pada orasinya menyampaikan Kepala Dinas Nakertrans Kabupaten Manggarai tidak tahu upah dan jumlah tenaga buruh di Kabupaten Manggarai. Ia juga menyampaikan nasip kaum buruh di Manggarai tidak pernah diperhatikan oleh pemerintah itu terbukti pada dinas terkait yang tidak megetahui tentang upah dan jumlah parah buruh.

“Pantas selama ini kaum buruh tidak pernah diperhatikan oleh Pemerintah Manggarai. Bagimana diperhatikan? Upah dan jumlah buruh di Manggarai saja tidak diketahui oleh Kepala Dinas Nakertrans,” ucap Mandela.

Sementara, Ketua GMNI Cabang Manggarai Emanuel Suryadi pada kesempatan itu juga menyampaikan, berdasarkan hasil pantauan mereka, upah tenaga buruh di Kabupaten Manggarai sangat memprihatikan kalau mengacu pada norma tentang upah buruh, baik upah UMR maupun upah UMP.

Pemuda yang biasa disapa Eman itu mengatakan, semua tenaga buruh yang bekerja di toko dan perusahaan swasta di Manggarai tidak memiliki dokumen kontrak kerja sehingga itu akan berdampak pada kesejahteraan pekerja seperti pesangon hingga santunan.

“Para Buruh di Manggarai berdasarkan pantauan kami di lapangan, mereka tidak mendapatkan upah sesuai dengan norma yang berlaku, bahkan tidak ada dokumen kontrak kerja. Sehingga ini akan berdampak pada upah mereka sampai tidak mendapatkan pesangon atau santunan,” ujar Suryadi. **(Bros Jatam/SI)

Komentar

News Feed