oleh

Siklon Tropis Seroja Diprediksi Menguat 24 Jam ke Depan, BPBP SBD Peringatkan Warga

TAMBOLAKA, SEPANGINDONESIA.CO.IDDampak siklon tropis Seroja yang menghempas sebagian besar wilayah Provinsi NTT diperkirakan akan berlangsung hingga 07 April 2021. Sebagai salah satu wilayah terdampak di Pulau Sumba, Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya mengupayakan berbagai tindak kewaspadaan dan antisipasi.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten SBD, Drs. Agustinus Pandak menegaskan hal ini saat dikonfirmasi, Senin (05/04/2021) melalui handphone. Agustinus yang saat itu sedang memantau sejumlah lokasi rawan bencana menandaskan, pihaknya menghimbau warga untuk waspada selama tiga hari ke depan.

“Kami peringatkan warga, tiga hari ke depan sejak hari ini 05 April hingga 07 April 2021 untuk waspada dengan kondisi cuaca ekstrim yang ditimbulkan siklon tropis Seroja. Potensi hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang dan petir masih akan berlangsung tiga hari ke depan. Data peringatan dini harian yang dikeluarkan BMKG menunjukkan, seluruh wilayah di SBD terdampak siklon ini. Persiapkan segala sesuatu dengan tingkat kewaspadaan tinggi agar tidak timbul korban,” imbuh Agustinus.

Dikatakannya pula, kondisi hingga tingkat bawah senantiasa dimonitor dan dilaporkan kepada bupati selaku pimpinan wilayah yang sekiranya dapat menjadi referensi jika sewaktu-waktu butuh tindak penanganan bencana. Namun diakuinya, situasi saat ini juga tidak terlepas dari berbagai keterbatasan yang melingkupi instansi yang dipimpinnya ini. Minimnya fasilitas dan tenaga lapangan adalah salah satu persoalan, disamping sarana lainnya.

Namun keterbatasan apa pun itu, kata Agustinus lebih lanjut, tidak menjadi alasan yang dibenarkan sehingga mengganggu tugas pelayanan BPBD kepada masyarakat. Karena diperkirakan intensitas siklon tropis Seroja akan menguat dalam 24 jam ke depan dan bergerak ke arah barat daya dengan kekuatan 55 knots (100 km/jam). Gelombang laut dengan ketinggian mencapai 1,25 – 2,5 meter diprediksi terjadi di Selat Sumba bagian Timur dan Selat Sape. Sedangkan gelombang laut dengan ketinggian mencapai 2,5 – 4,0 meter diramalkan terjadi di Selat Sumba bagian barat dan pantai selatan Pulau Sumba, yang mana semuanya menjadi bagian dari perairan laut di wilayah SBD.

“Sejak kemarin hingga hari ini kami berada di beberapa tempat yang dianggap rawan bencana, seperti pesisir pantai untuk menghimbau warga. Demikian juga di beberapa tempat yang berpotensi banjir sebagai bagian dari mitigasi dan pencegahan. Kami juga terus monitor perkembangan dan berkoordinasi dengan berbagai pihak,termasuk rekan-rekan wartawan guna membangun komunikasi dan informasi untuk kewaspadaan bersama. Ini penting agar sedapat mungkin mencegah timbulnya korban jiwa jika ada bencana,” tandasnya.      

Dari Sumba Barat Daya, pantauan media ini menunjukkan intensitas hujan di hampir seluruh wilayah yang cukup tinggi. Sejak beberapa hari terakhir langit Loda Waimaringi – Pada Weemalala pekat tertutup mendung disertai hujan yang tidak kunjung reda siang dan malam. Namun dilaporkan, belum terjadi banjir seperti yang melanda Sumba Timur, salah satu kabupaten lain di Pulau Sumba.    ( Julius Pira/SI )

Komentar

News Feed